Wajib Tahu ! Narkoba Paling Mematikan Di Dunia
Apa itu Narkoba?
quikstopme – Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya yaitu zat atau obat alami yang jika masuk ke tubuh manusia dapat mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku. Zat ini memengaruhi saraf pusat, menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, serta kecanduan atau ketergantungan fisik dan psikologis yang berat.
Dari penjelasan tadi kita menjadi tahu bahaya nya narkoba itu, ada berbagai macam narkoba yang banyak beredar di Indonesia, seperti ganja, shabu, heroin, dan kokain. Namun jenis-jenis narkoba yang sering kita dengar, ternyata masih banyak jenis lainnya di dunia ini yang bahkan lebih mematikan ketika di komsumsi. BNN (Badan Narkotika Nasional) mengatakan bahwa sekitar 60 orang meninggal setiap hari karena Narkotika dan obat-obatan.
Berikut adalah 6 jenis-jenis narkoba yang paling mematikan di dunia :
Menurut penelitian, keenam narkoba ini merupakan jenis yang sangat mematikan di antara jenis nya lainnya. Berikut adalah peringkat narkoba pembunuh generasi muda dari peringkat kesatu hingga peringkat keenam.
1. Krokodil
Krokodil adalah candu rahasia dari Rusia. Harganya yang sangat murah membuat para pengguna tertarik untuk mengkomsumsinya. Krokodil lebih berbahaya dari narkoba lain karena obat ini di buat sendiri, dengan bahan-bahan termasuk obat penghilang rasa sakit, iodine, cairan korek api, dan deterjen. Bahan kimia tersebut membuat krokodil menjadi sangat merugikan bagi manusia dan efek samping yang di terima dapat menyebabkan gangren dan pembusukan daging.
2. Whoonga
Whoonga adalah obat yang di kombinasikan dari obat antiretroviral, yang digunakan menjadi sarana pengobatan HIV, dan berbagai agen pemotong seperti deterjen dan racun. Obat ini banyak di edarkan di Afrika Selatan karena kasus HIV yang sangat tinggi di sana, dan narkoba ini terbilang sangat murah karena mudah di dapatkan. Efek dari obat ini adalah menyebabkan masalah kesehatan utama seperti pendarahan internal, sakit maag, dan akhirnya kematian.
3. Kokain
Kokain merupakan wabah terbesar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dan selama puncak popularitasnya diyakini bahwa ada lebih dari 10 juta penduduk Amerika Serikat yang merupakan pengguna kokain. Kokain pertama kali muncul di tahun 1980 ketika menjadi barang yang tersebar luas dalam dunia perdagangan narkoba. Awal nya harga kokain sangat tinggi akibat barang yang sangat langka dan sulit untuk memproduksinya, tetapi karena peredaran kokain meluaas membuat harganya menjadi turun dengan signifikan. Efek dari harga yang turun drastis pengedar membentuk kokain seperti batu dengan menggunakan baking soda sebagai penyulingan kokain bubuk ke dalam bentuk batu.
Efek yang di timbulkan oleh kokain adalah kerusakan hati, ginjal, paru-paru, serta kerusakan permanen pada pembuluh darah, yang sering menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan kematian.
4. Flakka
Pengguna Flakka akan merasakan peningkatan denyut jantung, peningkatan emosi,dan jika telah di komsumsi, dapat penyebabkan halusinasi yang kuat. Flakka adalah stimulan yang mirip dengan bahan kimia seperti amfetamin yang ditemukan dalam “bath salts” (salah satu jenis narkoba). Awal nya Flakka di pasarkan sebagai alternatif legal untuk ekstasi, namun efeknya yang mematikan menjadikan Flakka tidak legal lagi dan tidak di perjual belikan lagi. Narkoba ini dapat memberikan kerusakan psikologis permanen pada orang, karena ia mempengaruhi neuoran pengatur suasana hati yang menjaga setraline pikiran dan dopamin terkendali. selain itu Flakka juga dapat mengakibatkan gagal jantung.
5. AH-7921
AH-7921 adalah opioid sintetik yang sebelumnya menjadi obat legal dan di perjual belikan secara langsung hingga menjadi obat kelas A pada bulan april 2015. Obat ini memiliki 80% potensi morfin, sehingga ia dikenal sebagai heroin legal. Obat ini sangat di berbahaya dan mampu membuat manusia berhenti bernafas dan langsung meninggal.
6. Shabu kristal
Ini adalah zat yang paling rusak se dunia. Shabu di gunakan pada perang dunia ke-2 untuk membuat para pasukan tetap terjaga, efek dari shabu ini dalam jangka pendek adalah sulit tidur dan sering merasa cemas. Namun dalam jangka panjang shabu akan membuat tubuh rusak akibat kerusakan pada otak dan pembuluh darah.


