quikstopme

Pengalaman Bermain Wolfenstein: Youngblood

Nama Wolfenstein adalah penembak yang hebat. Pada tanggal 26 Juli, Bethesda merilis dua game baru yaitu Wolfenstein: Youngblood dan sebuah game VR, Wolfenstein: Cyberpilot. Di dua perusahaan baru ini, pengembang menjanjikan tumpangan baru untuk para penggemar penembak Wolfenstein.

Wolfenstein: Young Blood bisa dibilang sebagai orang yang ambisius dalam menciptakan jenis game baru, yaitu shooter yang memaksa pemain untuk memainkan game tersebut. Meski begitu, tetap ada opsi untuk memainkan game sendiri berdasarkan AI sebagai rekan satu tim Anda.

Gagasan besar Wolfenstein adalah: Bisakah Youngblood membuat serial ini bersinar? Simak ulasan Quikstopme berikut ini, yuk!

Skenario Cerita dan Kekuatan Grafis

Wolfenstein: Youngblood diatur 19 tahun setelah peristiwa The New Colossus. Dia mengatakan bahwa aktor William J. Blaskowicz berhasil membunuh Hitler dan revolusi Amerika berhasil. Nantinya, pemain akan berperan sebagai dua putri Blaskowicz, yakni Jessica dan Sophia, untuk menemukan ayah mereka yang hilang tanpa sepatah kata pun di Paris. Pemain akan mulai memainkan Jessica dan Sophia Blaskowicz di zona konflik Paris. Pengembang dapat menampilkan dekorasi yang indah. Sayangnya, seperti banyak penembak, tidak banyak hubungan yang dimungkinkan dalam latar yang indah ini. Sudut jalan Paris dan tempat-tempat indah seperti Catacombs hanyalah basis untuk perkelahian yang buruk.

Mode Co-Op yang Janggal

quikstopme

MachineGames telah bermitra dengan Arkane untuk mengembangkan Wolfenstein: Younblood. Demikian pula, MachineGames telah menjadi pengembang murni untuk seri Wolfenstein sementara Arkane dikenal dengan game rahasia seperti Dishonored dan Prey. Sayangnya, gaya rahasia yang coba ditampilkan Youngblood tidak sesuai dengan efek dari seri Wolfenstein.

Karakter Jess dan Sophia yang kita mainkan akan mengenakan armor dengan kemampuan khusus untuk menyembunyikan keberadaan mereka. Di dalam game, kehadiran musuh yang bertarung dan meningkat berkali-kali membuat stealth menjadi tidak berguna. Juga, ini tidak mendukung lingkungan permainan tertutup. Karena hubungan antara pemain dan musuh sangat kuat, tidak banyak hubungan pemain yang terasa hidup. Gadis kembar Blaskowicz berinteraksi hanya untuk membersihkan jalur atau membuka kotak persediaan bersama. Tentunya harus ada tayangan interaktif seperti yang bisa ditampilkan A Way Out di dalam game.

Permainan Lincah yang Menantang

Ide Wolfenstein untuk sebuah judul game berdarah, untungnya Youngblood bisa mempertahankannya. Selain itu, banyak tipe pionir musuh baru dan karakter utama yang sangat sulit di dalam game. Ini mempersiapkan mesin baru, yaitu lompat ganda yang bisa digunakan pemain berkat pakaian khusus Jess dan Sophia.

Baca Juga:  PUBG Mobile Hadirkan Fitur Baru Untuk Merayakan Ulang Tahun Ke 5

Banyak sistem dirancang untuk membuat platform dan fitur ini dapat dikelola secara efektif. Dalam pertempuran, lompatan kedua ini juga tampaknya efektif menghentikan proyektil dan bahkan membantu dalam pertarungan bos.

Hikmahnya muncul jika Youngblood berhasil meningkatkan pertarungan di dalam game. Berbagai jenis musuh juga menjadikan game ini cara yang bagus untuk melanjutkan cerita di New Colossus. Mulai sekarang, nasib franchise Wolfenstein berada di pundak dua putri Blaskowicz yang berprestasi.

Kehadiran Sistem Baru yang Bikin Kagok

Secara keseluruhan, Wolfenstein: Youngblood adalah batu loncatan yang bagus untuk franchise ini. Sayangnya, fitur yang mereka sediakan membuat permainan menjadi terlalu mudah. Lihat saja sistem EXP yang menghasilkan permainan yang sulit. Untuk menghadapi area berbahaya, pemain tidak bisa begitu saja masuk jika tidak memiliki EXP yang cukup. Hadirnya level-level dalam game ini membuat Wolfenstein seolah mengikuti serangkaian shooter yang membutuhkan pengembangan karakter. Alih-alih menciptakan situasi dan membuat permainan menjadi intens, sistem ini akan mengurangi kemampuan pemain. Di sisi lain, sistem pendukung ini membawa banyak masalah yang dapat diselesaikan oleh MachineGames, Arkane, dan Bethesda. Meskipun pemain dapat memilih mode kooperatif, akan menyenangkan di Youngblood jika pemain berbagi permainan dengan orang lain. Di platform PC, ada layanan Buddy Pass yang bisa diajukan pemain, namun tidak sama dengan layanan lain seperti di konsol. Alhasil, pemain yang tidak memiliki teman akan berjudi untuk mencari teman secara tidak sengaja. Pengembang tidak merilis alat komunikasi dan membuat eksekusi Youngblood tidak ramah bagi banyak orang.

Bagi yang mengikuti Wolfenstein, kehadiran Youngblood menjadi wahana yang bisa dicoba untuk membaca naskahnya. Apalagi jika Anda cukup beruntung memiliki teman dari game yang sama yang bisa diundang ke cerita game tersebut. hal-hal kecil yang tidak bisa disediakan pengembang. Apa pendapat Anda tentang hal itu sendiri? Sudahkah Anda memainkan Wolfenstein: Youngblood? Ikuti berita dan cerita menarik seputar game lainnya hanya di channel Quikstopme!